Cari Blog Ini

Rabu, 01 Februari 2012

YANG ADA DAN TIADA (Buah-buah yang GAK lagi manusia Indonesia ketahui)

Buah lokal apa yang belum pernah teman2 rasakan? Dari yang berbulu sampai yang berduri... dari yang agak manis menyegarkan sampai yang kesed kesed... dari yang harum mewangi sampai yang bikin keleyengan...
 
Coba pikirin sekali lagi... bikin list kalau bisa... hm... kayanya udah semua deh hep...
Masa? Yakin...??
 
Oke, beberapa hari yang lalu dapat pengalaman yang cukup menarik tentang hal ini. Aktivitas saya yang anjlok selama liburan disegarkan kembali dengan agenda survei untuk PKM. 

Lagi rame2nya pada bikin PKM Karya tulis,kan? Ya... deadlinenya mulai dekat dan harus bergerak cepat. Tema utama tentang konservasi biodiversitas lewat asinan sebenarnya sudah tercetus sejak november lalu. Tapi baru sekarang bisa bener2 menggarapnya adalah salah satu karakteristik utama orang Indonesia: DEADLINER!!
 
Singkatnya, saya dan teman saya akhirnya merencanakan sebuah wisata kuliner asinan senin lalu. Target utama kami awalnya adalah Asinan gedung dalam yang sudah tersohor di kancah persilatan asinan Bogor. Sempat mengumpulkan berbagai literatur juga yang menegaskan bahwa tempat itulah yang paling bagus asinannya. BUT WE DONT KNOW WHERE IT IS!!
 
Akhirnya dengan pasrah Angkot berhenti di Pasar Bogor dan disitulah tempat kami memulai ekspedisi kami. Ada sebuah ruko (tapi g kosong) yang cukup menarik perhatian kami. Labelnya: ASINAN ASLI BOGOR. Bangunan yang sudah mengusang itu seolah mengatakan pada kami bahwa ialah nenek buyutnya asinan bogor. Kami pun kesana dengan riang gembira dan langsung memesan satu asinan buah. Penjaga-nya yang agak kikuk melayani kami dengan sigap. Temanku, ninis. Tanpa tedeng aling langsung meminta sang pelayan untuk memanggil pemilik bisnis asinan itu. Aku tersentak kaget dan terperangahhh... Kenapa?? Kenapa begitu tiba2??? (sumpah, mulai lebayy hepp)
 
Seorang bapak, usianya sekitar 45 tahunan, memegang sepuntung rokok, berkumis agak tebal dan berperut agak tambun keluar dari semak-semak *lhoh?* balik pintu. Dan kami dengan agak gugup memperkenalkan diri kami.
 
“Bapak, mohon maaf mengganggu. Saya hepi dan ini teman saya, Ninis. Kami dari Institut Pertanian Bogor ingin membuat penelitian tentang asinan. Sekarang ingin sedikit ngobrol dan sharing sama Bapak tentang Asinan di toko bapak ini. Boleh,pak?”
Deuu... gaya banget lo hepp...
 
Tak dinyana, di Bapak bercerita sangatt panjaaang dan lebaaar... jadi ceritanya luas. I mean it. Awalnya dia bercerita tentang sejarah toko asinan itu berdiri. Sudah sejak 1970, neneknya berdagang asinan dan toko itu diwariskan turun temurun hingga padanya. Asinan itu sangat khas dan kesohor. Sampai2 dia bilang, pak suswono yang menteri pertanian itu, kalau datang kesini langsung aja masuk kaya udah langganan, dan disebutkanlah berderet pejabat dan artis lainnya yang pernah dan sering singgah ke toko tua itu. Lalu, cerita beralih pada pesaingnya; si asinan Gedung Dalam yang ternyata pemiliknya adalah sahabatnya sendiri!! Si sahabatnya itu bekerjasama dengan karyawannya untuk membentuk toko asinan baru! Ironisnya, toko itulah yang kini jauh lebih berjaya dibanding tokonya sekarang. Wow..kaya sinetron...
 
Kami coba mengalihkan topik pembicaraan agar kembali fokus pada penelitian kami. Kami pun bertanya tentang buah apa saja yang ada dalam asinan itu. Rasanya memang enak dibanding asinan bogor yang pekat pengawet yang biasa mangkal di pinggir jalan.
 
Si Bapak membawa kami ke depan tokonya dan membuka toples2 besar berisi buah2an yang sudah dipotong-potong dari dalamnya. Buah pertama bentuknya persis pala, tapi agak kecil berwarna agak oranye. Rasanya agak masam.
 
“Buah apa coba,neng?”
Si Bapak menantang. Saya pun sok tahu.
 
“Ini pala kan, pak?”
 
TET TOT.. salah boi.. ternyata itu buah menteng.
 
Percobaan kedua. Sebuah potongan buah seperti mangga, tapi warnanya putih. Baunya harum menyegarkan. Apa ya...? hmm... aduuh bingung...
 
“Itu namanya kemang,neng..”
 
“OOHH!! Kemangg..!! iya, saya juga tadi baru mau nebak itu”
 
Heu.. sok iyeh si Hepi.
 
Cerita tentang buah-buahan yang sudah mulai langka-pun bergulir. Asinan Bogor ‘dulu’ pakai buah-buahan yang tadi disebutkan. Tapi karna penikmat asinan bogor berkurang, dan petaninya juga makin males nanam, mereka pun menghilang dari asinan bogor. Berganti dengan buah import yang lebih murah dan ‘keliatan cantik’ kaya apel dan anggur.
 
NAHHH... INILAHHH!! INI DIA yang kami maksud dengan konservasi biodiversitas lewat asinan. Pangsa pasar buah2an itu memang terbatas. Kalau nggak asinan yaa rujak. Untuk konsumsi biasa, konsumen lebih suka buah2an dengan prestise lebih tinggi. Jadinya para petani pun makin males untuk nanam karna gak laku. Gak banyak ditanam, pohonnya pun makin sedikit dan pada akhirnya nanti akan menghilang sama sekali. Menurut cerita si Bapak, dulu pohon2 buah itu masih banyak ditanam, dan mash banyak masyarakat indonesia yang mengonsumsinya. Tapi Wallahua’lam bisshwab, pembangunan dimana2... buah2an sudah bukan lagi petikan dari pinggir jalan (karna pohonnya udah abiss!!) dan di pasar, harganya kian mahal... bergantilah buah2an itu jadi buah impor dan akhirnya menggeser lidah orang2 indonesia itu sendiri. Yang disadari atau tidak, menggeser juga keberadaan buah itu di muka bumi. Heuu...
 
Hari itu kami puas ngobrol sama si Bapak tentang Asinan dan buah2 yang mulai punah. Worth it lah... dan karna perut kami sudah cukup kenyang, kami memutuskan untuk survei ke asinan gedung dalam lain waktu. Hm... siapa tahu ada hal menarik lainnya yang akan kami temui disana?
 
NAH.. balik lagi ke paragraf paling atas... sekarang saya mau ngetes sejauh mana teman2 tahu buah2 lokal ini. JAWAB YANG JUJUR YA!! Buaat survei juga nih.. hohoo
 
1.    KUPA/ GOWOK
Buahnya berwarna ungu pekat... bentuknya bulat-bulat seperti ceri, tapi agak gedean; (aahh... liat aja dehh sendiri di gambaar). Buah ini biasanya dipake buat rujak. Rasanya asam luar biasa.. tapi jadi segerr... kalau mag, hati2.. bisa bikin perut teriris karna kekuatan keasamannya (pH-nya berapa, ya..?). Tepat setelah saya bercerita tentang pengalaman survei asinan ke keluarganya saya, ibu saya langsung membelinya dan kita santap bersama.. hui... kangen rasanya. Ya... itu buah yg terakhir kali saya rasakan waktu SD

2.    KECAPI
Hayoo.. ada yg belum pernah makan buah ini?? Tau cara makannya, gak?? Buah ini menyeret saya ke masa SD. Dimana saya dan teman2 sering ke halaman belakang sekolah dan menyolongi buah ini dengan sukacita. Kami bawa ke kelas dan mengupasnya dengan cara:
a.    Taruh di engsel pintu. Letakan dengan tepat.
b.    Ayun pintu agar si buah terjepit
c.    Setelah terbelah, nikmati sesuai dengan selera anda.
Ahaha, karna bijinya gede, kalau makan kecapi langsung kenyang 2-3 buah. Kan kita telenn... 
anyway... kabar terakhir yang saya dapet dari teman saya, Ninis... adiknya yang kelas 1 SMP TIDAK TAHU bentuk dan apa itu buah kecapi. huh.. kasian sekalii....

3.    LOBI-LOBI
Saya udah lupa rasanya... hm... apa saya belom bernah nyoba juga ya?? @_@

4.    KEMANG
 Meski diluar rupanya buruk, tepi didalam hatinya baik... *loh??* Kalau dimakan, ada sensasi yang menyerbak dalam mulut.. . wangi... rasanya kaya makan srikaya, tapi aseemm banget. Enak buat dimasukin ke es buah.

5.    KESEMEK
 Haduh... namanya gaje amatt sih.. gak gahool banget... haha, rasanya manis. Saya juga udah ga ingat kapan terakhir kali makan. Nama lainnya buah nona, karna ada bedaknya. Hoho... genit ya boi...

6.    MENTENG

Enakk... asem, kadang manis. Dulu saya sering bawa ke sekolah waktu SMP dan direbutin anak2 sekelas. Hiks, kangenn...

7.    MENTENG CHINA
Beda boi... ini yang saya coba di tukang asinan.

8.    CEREMAI

Kaya calincing, tpi pendek dan kecil-kecil. Rasanya aceemm banget...

9.    ANGGUR BOGOR
Saya ga pernah nyoba. Huhu... (ngaku)

10.    HUNI
 Waktu SD suka dikasih sama temen kalo ke kebon, trus kita maen perang2an. WHY? Buah ini efeknya kaya permen pangeran biru... alias kalo makan, zat warna ungunya yang super pekat nempel dilidah dan membuat kita terlihat keren. Dan kalau dibuat perang2an kaya paint ball gitu... jangan2 emang terispirasi dari buah ini lagi? hm... tak ada yang tahu... tak ada yang tahu... :P

Hm.. udah ahh.. 10 aja... sebenarnya masih banyaakkk... banget buah2 lokal yang mulai menghilang keberadaanya. Hilang eksistensinya, dan raib penampakannya. CUMA KITA SENDIRI yang bisa merubah dan mencegah itu agar tidak jadi lebih buruk. Apalagi nih yang aktivis konservasi biodiversitas. Daripada mikir yang terlalu jauh, mulai dari yang sangat sederhana; konsumsi buah lokal. Jangan gengsi... bangga dongg kita punya 1001 veriatas yang ga dipunya sama orang2 yng cuma bisa makan apel dan anggur. Hhoho
 
Jangan lagi jadikan status mereka ‘ada dan tiada...’ hehe...
 
SEMANGATT!! ^^